ellnews.id – Setelah melalui medan berat dan tantangan cuaca ekstrem, tim relawan gabungan akhirnya berhasil menemukan jenazah salah satu korban longsor tambang emas di Milangodaa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Pencarian ini berlangsung selama tiga hari sejak insiden tragis terjadi.

Evakuasi di Tengah Medan Sulit Berbuah Hasil
Tim yang dipimpin langsung oleh Sabrin Lihawa dan Yusup Djauhari, bersama 15 relawan tangguh lainnya, berhasil menemukan jenazah Iswadi Datungsolan pada Kamis pagi (10 Juli) sekitar pukul 10.00 WITA. Lokasi penemuan berada di titik rawan longsor, dengan kondisi tanah labil dan berbatu, sehingga menyulitkan proses pencarian.
Meski menghadapi risiko besar, semangat dan solidaritas tim tak pernah padam. Mereka secara manual menggali reruntuhan demi menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Usaha keras ini akhirnya membuahkan hasil.

Kepedulian Warga Jadi Energi Tambahan Relawan
Sejak hari pertama bencana, warga sekitar Milangodaa tak tinggal diam. Mereka ikut serta dalam pencarian, memberi dukungan logistik, hingga membantu tim relawan di lapangan.
“Proses evakuasi berjalan lancar berkat dukungan dari warga Milangodaa dan sekitarnya. Kami dari pihak keluarga sangat berterima kasih kepada semua yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT,” ujar salah satu perwakilan keluarga almarhum dengan penuh haru.
Jenazah Disambut Haru oleh Warga dan Keluarga
Setibanya jenazah di rumah duka di Desa Milangodaa Utara, suasana haru menyelimuti seluruh warga. Masyarakat berbondong-bondong hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, sekaligus mengiringi prosesi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, terutama istri dan kerabat dekat almarhum.
Kehadiran warga menunjukkan tingginya rasa kebersamaan dan empati, yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana seperti ini.
Apresiasi kepada Tim Relawan dan Warga
Sabrin Lihawa, selaku koordinator relawan, menyampaikan rasa syukurnya atas kerja keras seluruh tim dan dukungan masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses evakuasi korban. Kami bangga dengan semangat kebersamaan masyarakat Milangodaa. Semoga semua bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucapnya.
Tragedi Tambang dan Pentingnya Keselamatan Kerja
Insiden longsor di tambang Milangodaa ini kembali membuka mata publik tentang pentingnya pengawasan dan keselamatan kerja di area pertambangan, khususnya tambang rakyat. Kejadian ini bukan hanya soal kehilangan nyawa, tetapi juga menjadi refleksi betapa rapuhnya sistem perlindungan pekerja tambang tradisional.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja dan izin pertambangan di kawasan tersebut, demi mencegah tragedi serupa di masa depan.
Doa dan Harapan untuk Para Korban Lainnya
Meskipun Iswadi telah ditemukan, kabar duka ini belum menjadi akhir dari upaya pencarian. Diduga masih ada korban lain yang belum ditemukan. Relawan dan warga masih terus bekerja siang malam, berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan setiap nyawa yang masih mungkin ditemukan.
Semua pihak berharap, proses pencarian berikutnya juga berjalan lancar dan para korban bisa segera dipulangkan ke keluarga masing-masing.
Solidaritas adalah Cahaya di Tengah Bencana
Kisah penemuan jenazah korban longsor di tambang Milangodaa ini menyiratkan satu pesan penting: di tengah keterbatasan dan bahaya, solidaritas dan kepedulian menjadi cahaya yang menerangi kegelapan.
Bencana memang datang tanpa aba-aba, namun cara masyarakat menyikapi dan menghadapi situasi darurat inilah yang menunjukkan nilai kemanusiaan sejati.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik pemerintah, pengusaha tambang, maupun masyarakat luas, untuk lebih mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan bersama. (upik)











