Ellnews.id – Usai diancam akan diserang oleh Israel beberapa fasilitas vital milik Iran, Menteri Perminyakan Iran Mohse Paknejad, malah lebih memilih berkunjung ke fasilitas tersebut.
Kunjungan itu dilakukan karena ada kekhawatiran atas potensi serangan udara Israel yang menargetkan lokasi vital tersebut.
Sebelumnya, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Israel sedang mempersiapkan respons setelah Iran meluncurkan rentetan rudal minggu ini ke Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa 200 rudal itu ditembakkan untuk membalas kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Serta salah satu jenderal Iran Abbas Nilforoushan dalam serangan 27 September 2024 di Beirut Lebanon.
Paknejad tiba di fasilitas minyak Pulau Kharg pada pagi hari dan bertemu dengan para karyawan, kantor berita kementerian industri Iran, SHANA, melaporkan.
“Kami tidak takut musuh-musuh kami akan memicu krisis,” kata Paknejad di televisi pemerintah, sebagaimana dikutip dari AFP.
Pulau Kharg, yang terletak di Teluk, merupakan rumah bagi terminal ekspor minyak mentah terbesar Iran.
Sebelumnya, pada Kamis, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dia sedang berdiskusi dengan Israel tentang kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyak di Iran.
Menyusul pernyataan tersebut, harga minyak melonjak.
Namun pada Jumat, Biden menyarankan Israel agar tidak menyerang fasilitas minyak Iran, dan menyuruhnya mencari “alternatif lain”.
Menyusul ancaman Israel, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu memperingatkan reaksi yang proporsional dan serupa dari Iran, dan bahkan lebih kuat jika Israel menyerang Iran. (*)











